Pulau Sempu

Jangan Datang ke Pulau Sempu!

Traveling kini menjadi kegiatan favorit anak muda masa Indonesia. Banyak dari kita berlomba-lomba mengeksplorasi berbagai tempat yang belum pernah kita datangi. Traveling adalah pengalaman tak ternilai yang bisa mengubah hidup dan cara pandang seseorang. Sayangnya, animo anak muda Indonesia ini belum berbanding lurus dengan kesadaran untuk menjaga kelestarian tempat yang dikunjungi.

Pulau Sempu, contohnya. “Tempat wisata” yang nge-hype di kabupaten Malang ini jadi bukti bahwa wisatawan justru sering jadi bumerang bagi kelestarian alam. Pulau Sempu bukanlah kawasan wisata, melainkan kawasan Cagar Alam yang seharusnya steril dari segala kegiatan wisata. Tapi anehnya banyak pihak justru mempromosikan Pulau Sempu sebagai destinasi wisata.

Kini, Pulau Sempu tak lebih dari secuil surga yang ternoda.

Ingat, traveling itu bukan perlombaan siapa yang paling cepat atau paling banyak mengunjungi sejumlah tempat. Traveling adalah cara kita untuk menumbuhkan kesadaran kita sebagai manusia dan menanggalkan ego kita. Sudah bukan masanya lagi traveling hanya sekadar pergi ke suatu tempat. Sekarang saatnya kita peduli pada keadaan lingkungan di destinasi yang kita datangi.

Readmore at Hipwee
Copyrighted photograph by Yadi Tjon

Advertisements

Anak Harus Kenal Musik Sejak Dini

Siapa sangka kalau beat, irama, dan melodi musik diibaratkan sebagai kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) dan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa mendengar musik, biasanya memiliki kecerdasan emosional dan intelegensia yang lebih berkembang dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik.

Praktisi Neurosains Terapan, Dr. Anne Gracia mengatakan, musik adalah salah satu bentuk stimulasi auditori yang dapat membantu merangsang kecerdasan anak. Otak anak akan mengalami perkembangan optimal pada empat tahun pertama kehidupannya. Musik merupakan salah satu stimulasi untuk mempercepat perkembangan otak bayi, karena musik dapat mempengaruhi kapasitas belajar otak, meningkatkan ukuran pendengaran, dan korteks motorik.

Readmore at Liputan6

Hero4 Session, Kamera Ringkas dari GoPro

GoPro meluncurkan action cam baru. Berbeda dengan edisi Hero4 lain, kamera baru yang dinamai Hero4 Session ini memiliki dimensi yang lebih kompak dan ukurannya 50% lebih kecil. Hero4 Session mampu merekam video 1080p pada 60fps, 1440p pada 30fps dan 720p pada 100fps. Namun tidak mendukung pengambilan video 4K ataupun 720p pada 240fps.

GoPro Hero4 Session dapat mengambil foto beresolusi 8 megapiksel dan mampu dibawa hingga kedalaman 10 meter di bawah air tanpa memerlukan waterproof housing. Hero4 Session dilengkapi dual-microphone yang mampu mencegah kebisingan suara angin. Kamera ini juga dilengkapi slot microSD, port micro-USB, Bluetooth dan Wi-Fi.

Readmore at Gizmag and Tekno Up
Source: GoPro

Yadi Yasin

Definisi Hyperfocal Distance

Arti atau definisi Hyperfocal Distance adalah jarak dari lensa ke suatu titik fokus, dimana dari titik fokus tersebut hingga ke infinity (tak terhingga) adalah tajam semua. Dengan menggunakan teknis jarak hiperfokal, kita juga mendapatkan bonus setengah dari titik fokus/hiperfokal tersebut kearah lensa juga ikut tajam, atau biasa disebut dengan istilah fotografi: acceptable sharpness.

Dengan kata lain, jika menggunakan teknis hyperfocal distance maka jarak dari lensa ke suatu titik dimana dari titik tersebut kedepan akan tajam jika lensa difocuskan pada titik infinity. Atau dari titik tersebut hingga infiniti akan tajam.

Readmore at TipsFotografi.net
Copyrighted photograph by Yadi Yasin

Pengertian Qiyamul Lail

Qiyamul lail secara bahasa dapat diartikan menghidupkan malam. Qiyam (dari akar kata qama) berarti berdiri untuk shalat, karena asal pelaksanaan shalat adalah dengan berdiri. Sementara al-lail bermakna waktu malam.

Para ulama berpendapat bahwa qiyamul lail adalah untuk menunjuk dua shalat, yaitu shalat witir dan shalat tahajud. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:  “Apabila fajar telah terbit, habislah waktu bagi shalatul-lail (qiyamul lail) dan shalatul-witri, maka berwitirlah sebelum terbit fajar,” (HR. Tirmidzi).

Readmore at Islampos